Jus Jeruk Langsingkan Tubuh
Khasiat jeruk untuk menurunkan berat badan pernah dibuktikan dalam sebuah penelitian tahun 2005. Penelitian yang dilakukan di Arizona State University ini menunjukkan, kandungan vitamin C dalam jeruk bisa mengurangi timbunan lemak yang membuat seseorang tampak gemuk.
Cara mengkonsumsi jeruk agar efeknya optimal adalah sebagai berikut, sebagaimana dikutip detik.com dari Healthmad. Pertama, tambahkan jus jeruk dalam menu sarapan. Katherine Zeratsky, pakar diet dari Mayo Clinic mengatakan minum segelas jus jeruk setelah sarapan bisa menghindari dari makan berlebihan.
Selain itu, kandungan vitamin C di dalamnya juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh sepanjang hari. Dengan demikian, tubuh selalu bugar dan sistem metabolisme tetap berfungsi normal.
Langkah kedua, ganti softdrink dengan jus jeruk. Tidak hanya meningkatkan daya tahan tubuh sehingga jarang sakit, jus jeruk juga memiliki kandungan gula yang lebih sedikit dibandingkan minuman bersoda.
Yang tidak kalah penting, sediakan sebotol jus jeruk di tas sebagai bekal. Sebuah penelitian tahun 2008 membuktikan kandungan poliphenol dalam jeruk bisa menjaga hidrasi atau kadar air dalam tubuh.
Kandungan itu sekaligus menjaga rasa kenyang lebih lama. Dengan menyedikakan sebotol jus jeruk sebagai bekal, bisa dikonsumsi setiap saat jika tubuh merasa haus atau sebagai teman makan snack alias makanan ringan.
Langkah selanjutnya, minum jus jeruk setiap sebelum makan. Sama seperti waktu sarapan, segelas jus jeruk sebelum makan bisa membuat perut lebih cepat merasa kenyang sehingga terhindar dari makan berlebihan. Jus jeruk juga membantu serat atau karbohidrat kompleks dari sayuran dalam melancarkan sistem pencernaan.
Terakhir, minum jus jeruk sebelum tidur. Minum segelas jus jeruk 1,5 jam sebelum tidur malam bisa mencegah rasa lapar segingga tidak terdorong untuk makan cemilan. Jus jeruk juga menjaga kecukupan cairan sepanjang malam sehingga sistem metabolisme makanan dijamin tetap lancar selama tertidur.
Dikutip dari Harian Jogja Express Edisi 9 maret 2011 halaman 8


Tidak ada komentar:
Posting Komentar